Khutbah Jum’at: Meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat

Khutbah Jum’at: Meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat
Khatib: Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin hafizhahullah
(Murid Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah)
Hari Jum’at: 16 Maret 2012 / 22 Rabiuts Tsani 1433 H
Sebelum shalat jum’at
Masjid Pondok Pesantren al-Anshar

Isi Materi:

  • Hendaknya seorang muslim ingin menjaga dirinya bertakwa dan menjaga keislamannya agar yang terbaik
  • Penghasankan hadits:
    مِنْ حُسْنِ إسْلامِ المَرءِ تَرْكُهُ ما لا يَعْنِيهِ
    “Min husni Islam al-mar’i tarkuhu ma la ya’nih” (Termasuk baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.”
  • Kata Ibnu Rajab al-Hambali: “Tidak bermanfaat dalam perbuatan dan perkataan.”
  • Termasuk adab islam terangkum dalam hadits Min husni Islam al-mar’i tarkuhu ma la ya’nih.
  • Dalam hadits yang Shahih dari Abu Hurairah:
    أكثرُ الناسِ ذنوباً أكثَرُهُم كلاماً فيما لا يعنيه
    Aktsarun Nas Dzunuban aktsaruhum kalaman fima la ya’nih (Orang yang paling banyak dosanya adalah orang yang paling banyak bicara dalam perkara yang tidak bermanfaat)
  • Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah:
    إذا أحْسَنَ أَحَدُكُم إسلامَهُ ، فكُلُّ حَسَنةٍ يَعْمَلُها تُكتَبُ بِعَشرِ أَمْثالِها إلى سبعِ مئة ضعفٍ
    Idza ahsana ahadukum islamahu, fakullu hasanatin ya’maluha tuktabu bi ‘asyri amtsaliha ila sab’i miati dhi’fin (Jika salah seorang kamu memperbaiki keisalamannya, maka setiap kebaikan yang dia amalkan akan dibalas sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat.”
  • Hendaknya kita mendorong jiwa yang buruk untuk berbuat dan berucap dalam perkara yang baik
  • Kata Ibnu Rajab: al-inayah: sangat perhatian dengan sesuatu yang bermanfaat.
  • Perkara yang dapat mengurangi keislaman seseorang (tidak sempurna) yaitu mengamalkan perkara-perkara yang kurang bermanfaat.

Link Download: di sini  (format file mp3 3,8 MB 32 kbps, durasi 16 menit)
Menyusul lainnya Insya Allah

Tinggalkan Balasan