Download: Menyuarakan Kebenaran di Tengah Arus Penyimpangan, Ustadz Afifuddin

Download Rekaman Kajian Bulanan: “Menyuarakan Kebenaran di Tengah Arus Penyimpangan”

Pemateri: Ustadz Muhammad Afifuddin
(Pengasuh Ma’had Al-Bayyinah Gresik)
Daurah Setiap Awal Bulan dari Kitab al-Arba’in Fi Madzhab as-Salaf
Hari, Tanggal: Senin 8 Oktober 2012 / 22 Dzulqa’dah 1433 H
Pukul 10.30 sd selesai
Tempat: Masjid Ma’had al-Anshar Wonosalam Sukoharjo Ngaglik Sleman
Penyelenggara: Ma’had al-Anshar

Link Download:

Sesi 1 MP3 5,6 MB (16 kbps) durasi 49 menit: disini.
Sesi 2 MP3 5,9 MB (16 kbps) durasi 52 menit: disini.
Sesi Tanya Jawab MP3 3,6 MB (16 kbps) durasi 31 menit: disini.

Menyusul yang lainnya Insya Allah.

 Ringkasan Isi Materi:

Sesi 1

  • Masa ini banyak penyimpangan, syubhat, syahwat, fitan, fasad.
  • Islam, kebenaran menjadi asing.
  • Banyak korban fitnah, dulunya shalih jadi thalih, sunny salafy jadi hizbiy.
  • Tidak takut di jalan Allah dalam menyuarakan kebenaran, dalil-dalil.
  • Kisah alim sunny meyuarakan kebenaran di depan penguasa bani umayyah yang menanyakan provokator haditsul ifk.
  • Kisah Syaikh Rabi’ dengan sekte An-Nakhawilah Al-Makarimah Al-Bathiniyyah di depan penguasa Saudi.
  • Kisah seorang ulama menyuarakan kebenaran di depan penguasa lain.

Sesi 2

  • Ketentuan-ketentuan “menyuarakan kebenaran”
  • Pembagian orang dalam masalah ini

Sesi Tanya Jawab:

  • Bagaimana menyikapi sikap istri yang punya jadual mengajar di ma’had tetapi urusan suaminya terbengkelai?
  • Apa hukum talak pada saat haidh? Dan apa hukum talaq jatuh 3 kali dalam satu waktu?
  • Mengatakan: “Ustadz salafy fulan mulai menyimpang”, apakah ini ghibah?
    – “Barangsiapa yang menampakkan sedikit bid’ahnya maka hati-hati darinya karena bid’ah yang tidak dia tampakkan lebih banyak,” kata Al-Barbahari.
    – Berhati-hati, mewaspadai itu bukan tahdzir
  • Apakah radio rodja radio sururiy? Jawaban Syaikh Ubaid dan oleh-oleh pertemuan asatidzah dari Syaikh Rabi’ tentangnya.
  • Bagaimana dengan ucapan-ucapan “Ikhwan salafy itu keras-keras”, “gampang memfonis tak tatsabbut”, dan “mentahdzir ahli bid’ah tapi tak tahu aqidah”, dan oleh-oleh lainnya.

Tinggalkan Balasan